My Notes

Posts Tagged ‘Macet

Akhir-akhir ini keruwetan di Jakarta semakin menjadi-jadi. Kemacetan semakin parah membuat waktu tempuh semakin lama. Busway yang pada mulanya menjadi harapan nampaknya tidak mampu menarik para pengguna kendaraan pribadi. Bahkan pelayanannya semakin berkurang, antrian mengular sampai keluar halte, kedatangan bis yang kadang telat, dan banyak koridor-koridor yang belum beroperasi sehingga halte-halte yang telah dibangun pun rusak.

Transportasi massal yang tak kunjung terealisasi menyebabkan pertumbuhan kendaraan pribadi semakin meningkat. Jumlah sepeda motor meningkat dengan angka yang mencengangkan. Seperti semut liar yang memenuhi jalan-jalan sepanjang hari.

Belum lagi masalah banjir yang selalu menggenangi jalanan membuat kemacetan semakin menjadi-jadi. Mall, gedung, dan aparteman bermunculan semakin mengurangi ruang terbuka hijau. Pembangunan dengan reklamasi pantai dibiarkan padahal tentunya berpotensi merusak lingkungan.

Arus urbanisasi setiap tahun pun tidak terkontrol. Pemukiman kumuh muncul dimana-mana. Anak jalanan tidak terurus. Semakin banyak pengemis di sudut-sudut kota. Program rumah susun pun tidak terdengar gaungnya.

Bagaimanapun juga harus dilakukan perubahan. Kepemimpinan yang sekarang ini jangan minim inisiatif. Bukan hanya butuh kepintaran (Pak Fauzi itu doktor ilmu perencanaan kota lulusan Jerman), tapi perlu juga kejujuran dan keberanian.

Namun, apa lacur. Foke yang telah tiga tahun memimpin bahkan mengatakan angkat tangan saat ditanya soal kemacetan. Kalau begitu buat apa jadi gubernur? Menjadi pemimpin seharusnya memiliki makna bahwa ia menyerahkan hidupnya demi melayani rakyat. Tapi kalau niatnya hanya untuk harta dan kekuasaan saran saya lebih baik mengundurkan diri saja.

sumber gambar: Kompas, jumat 8 okt 2010 hal 27

 

Advertisements

November 2018
M T W T F S S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Categories

Advertisements