My Notes

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

NEW!!

Posted on: January 16, 2012

I started a new blog!!!

http://sekalengkopi.wordpress.com/

PASSION

Posted on: May 30, 2011

What is your passion?

Maaf  yah, saya gak tau ini gambar asalnya dari mana,, tapi isinya begitu menohok!!!

Tags:

Tempo hari saya seperti biasa naik krl ekonomi AC jam 6-an dari Kalibata. Karena saking penuhnya gerbong, ada kaca yang dibuka. Ya karena kepanasan apa boleh buat.

Hingga sampailah di stasiun Citayam. Tiba-tiba saat kereta hendak melaju  ada tangan yang bergerak cepat dari luar hendak merebut ponsel salah seorang penumpang. (Modus seperti ini udah sering sekali, si penjambret merebut  saat kereta mau jalan jadi gak bisa dikejar, kadang selain ponsel kalung juga sering direbut).

Lanjut ya. Sampe dimana tadi? Oh iya.. tiba-tiba ada tangan yang bergerak cepat dari luar. Maksudnya ponsel yang dituju namun sayang angin yang didapat. Lebih sial lagi tangannya tertangkap oleh orang yang berdiri di dalam!!! Gawat!!!

Penumpang yang kesal dan geram tentu saja berusaha mencengkeram tangan si penjambret ini. Apalagi keadaan gerbong penuh, otomatis orang-orang yang lain pun ramai-ramai menahan tangan itu. Lebih gawat lagi tentu saja karena kereta berjalan. Tanpa daya si penjambret-gagal ini harus lari mengikuti peron mengikuti laju kereta. Dan tentu saja peron akan habis!!! Daaan,,, akhirnya peron habis dan si penjambret tergantung di luar dengan satu tangan tertahan dalam gerbong,,, I can’t imagine how it feels,,,

Orang-orang dalam gerbong pun histeris. “ Masukin aja!! Mati dia nanti kalau jatuh!!!”, seru beberapa orang. “Iya, masukin aja,,!!!!”, seru penumpang lain. Dan akhirnya si penjambret pun berhasil dipaksa masuk ke dalam kereta. Dan mulailah pembantaian terjadi.

Tanpa daya si penjambret yang ternyata pemuda tanggung ini dipukul, ditendang, seluruh wajah dan badannya. Penumpang wanita berteriak-teriak histeris. “Kyaaa….  Udah pak, kasihan,,, kasihan!!!”. Namun apa lacur, orang-orang ini sudah liar, tak peduli seruan para wanita.

Untunglah ada salah seorang berwibawa yang meredam kemarahan itu. Dan si penjambret pun diseret untuk diserahkan ke petugas KA, dan diturunkan di stasiun Bojong.

Dada saya masih bergetar padahal penjambret sudah diturunkan. Kekerasan benar-benar terjadi di depan mata saya!! Bahkan lebih kejam dari yang pernah saya lihat di televisi!! Kasihan betul anak pada usia yang seharusnya sekolah malah menjadi pencuri,, Apakah dia sekolah? Apakah dia punya rumah? Apakah dia punya Ayah punya Ibu? Apa yang akan dikatakan oleh orangtuanya ketika sampai di rumah dalam keadaan babak belur? Kenapa kamu menjambret? Apakah kamu tidak punya uang? Kalau tidak , makan apa kamu nanti malam? Untuk apa uang itu sekiranya kamu berhasil menjambret? Untuk beli makanan kah? Untuk senang-senang kah?

Oh,, semoga,, semoga,,, semoga dengan peristiwa ini dia sadar bahwa mencuri itu perbuatan bodoh.. Semoga dia sadar bahwa dia masih diberi umur, karena bisa saja tadi dia jatuh dan mati,,, semoga dia berubah,, semoga….

Dan tugas kita semua,, mengentaskan kemiskinan, melangsungkan pendidikan bagi semua anak, supaya suatu hari nanti, tidak ada lagi anak jalanan yang mengemis dan mencopet.. semoga..

Ya Allah tolonglah Bangsa kami,,,,,


Suatu ironi yang amat menyesakkan dada ketika melihat masyarakat Papua yang dibiarkan bodoh dan miskin padahal mereka memiliki gunung emas di tanah yang mereka pijak. Penduduk asli papua ‘dilestarikan’, dibiarkan bodoh, bahkan dalam berpakaian pun masih dibiarkan primitif. Tanahnya yang kaya akan emas, perak, tembaga dan uranium tidak membuat mereka sejahtera. Sekelompok pengkhianat bangsa dan kroni-kroninya bekerjasama dengan sekelompok bangsa asing merampok dan menjarah Papua, membuat diri mereka sendiri kaya raya dan menyisakan kepedihan yang teramat sangat di tanah Papua.

Sampai hari ini masyarakat Papua masih dijerat dalam kemiskinan. Mereka hanya melihat dari luar gemerlap Freeport. Menonton tanpa daya saat berton-ton emas dan mineral lain diangkut oleh kapal-kapal Amerika, menghasilkan jutaan dollar yang dinikmati sekelompok orang  belahan Bumi yang lain.

Bukan hanya itu saja, pemerintah pun seakan tidak berdaya. Dari keuntungan perusahaan ini, hanya 1% saja yang diberikan kepada pemerintah Indonesia (sumber: IHSC). Bahkan, selama 20 tahun lebih mereka mengaku hanya menambang tembaga, padahal telah terbukti sejak tahun 1978 mereka menemukan emas di sana.

Seandainya saja semua kekayaan ini kita kelola sendiri, maka jumlah keuntungan yang didapat akan sangat luar biasa. Lebih dari cukup untuk mengadakan pendidikan dan kesehatan gratis di seantero Nusantara. Namun sayangnya Amerika menjajah. Amerika merampas. Padahal putra-putri bangsa ini lebih dari mampu untuk mengelola tambang tersebut. Sayangnya, pada suatu rezim dahulu ditekan kontrak oleh seorang pengkhianat (yang baru-baru ini diusulkan menjadi pahlawan nasional) yang isinya sangat merugikan bangsa ini. Padahal, undang-undang jelas mengamanatkan.

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. (UUD Pasal 33 ayat 3)

Lihatlah gambar di awal tulisan ini. Papua benar-benar memiliki gunung emas, namun kini yang tersisa berupa kawah, sebuah refleksi ketamakan yang sungguh biadab. Sudah telambatkah kita menyelamatkannya? Belum. Para ahli memperkirakan masih terdapat 18 juta ton cadangan tembaga, dan 1430 ton cadangan emas yang tersisa.

Hei Penjajah!! Enyahlah kau dari tanah Papua!! kami tidak akan membiarkan tanah kami diinjak-injak, Bumi kami dirampas, sedikitpun,,, Tidak akan..

Beberapa waktu lalu ketua DPR kita pak Juki melakukan bulnder besar. Bagaimanapun juga pernyataannya tidak menunjukkan kecerdasan, empati dan kepemimpinannya sebagai ketua parlemen. Berikut ini opini yang dimuat di salah satu surat kabar dan balasannya dari pak Juki.

 

klik untuk memperbesar artikel

sumber: kompas, 1 Nov 2010

 

 

sumber: kompas, 4 Nov 2010

Pasti sudah pada tau kan kalo sejak beberapa waktu yang lalu PT. KAI membuat kebijakan tentang adanya gerbong khusus wanita di KRL Jabotabek. Nah, entah betul atau tidak (karena saya belum menanyakan satu per satu), nampaknya sebagian wanita merasa senang dengan kebijakan ini karena dengan begitu mereka akan terhindar dari kejadian-kejadian buruk yang sering menimpa wanita.

Latar belakang kebijakan ini adalah sesaknya gerbong-gerbong kereta pada kondisi puncak sehingga sering terjadi pelecehan seksual. Dengan adanya pemisahan ini maka para wanita yang ingin aman dari risiko tersebut dapat memilih gerbong khusus wanita.

Namun anehnya hal ini bukanlah suatu kemajuan bagi dunia feminisme. Bagi mereka hal ini merupakan suatu kemunduran. Hal ini terlihat dari beberapa media memuat tulisan yang membahas hal ini. Ada juga sebagian wanita yang merasa adanya kebijakan ini menunjukkan bahwa wanita itu lemah sehingga harus dibuat gerbong khusus.

Dalam pandangan feminis, seharusnya manusia tidak dilihat dari seksualitasnya, namun dari kualitas dan kapasitasnya. Contoh sederhana misalnya dalam menduduki jabatan, yang harus dipertimbangkan adalah kemampuannya dalam menjalankan jabatan tersebut, bukan gendernya. Alkisah, Raden Ajeng Kartini didaulat menjadi simbol feminisme karena upayanya mendapatkan hak pendidikan yang setara bagi kaum wanita.

Saya dalam sebagian hal setuju dengan pandangan tersebut. Namun tentunya hal ini tidak mutlak berlaku dalam segala aspek karena pria dan wanita diciptakan berbeda.

Gerakan emansipasi wanita cukup berhasil di negeri ini. Tidak sedikit wanita yang bekerja menopang ekonomi keluarga. Kursi anggota dewan pun dijatahkan 30% untuk kaum hawa. Tak sedikit juga pemimpin dari menteri, gubernur atau bupati yang berasal dari kaum wanita. Bahkan sebagian menorehkan prestasi.

Namun emansipasi tidak dapat diterapkan dalam semua bidang. Misalnya di kereta. Seorang rekan saya mengeluh ketika seorang wanita muda memintanya untuk memberikan tempat duduknya kepada wanita itu. Katanya:

“Perempuan itu mau enaknya saja ya, ingin minta kesetaraan hak, tapi giliran nggak enaknya nggak mau”

Bagi saya tentu saja hal tersebut wajar karena pada dasarnya wanita ingin dilindungi. Ada ungkapan yang cocok mengenai hal ini. “Tidak ada tempat duduk bagi pria yang sehat di kereta”

Atau misalnya tentang gerbong wanita. Saya tidak setuju dengan para feminis yang memandang gerbong wanita sebagai kemunduran dalam feminisme. Justru hal tersebut bermaksud untuk menghormati kaum wanita.

Wanita dan pria berbeda. Dalam banyak aspek wanita dan pria memiliki hak dan kewajiban yang sama. Namun tetap saja dalam hal-hal tertentu ada kalanya kita harus mengakui kodrat kita sebagai pria atau wanita. Pemahaman feminisme yang salah kaprah yang ingin menyamakan segalanya alih-alih mengangkat harkat wanita malahan dapat merusak tatanan sosial.

Wanita diciptakan berbeda dengan pria. Wanita dan pria memiliki fungsi dan perannya masing-masing. Dalam keluarga suami wajib mencari nafkah dan istri tidak diwajibkan. Wanita hamil dan melahirkan sedangkan pria  tidak. Kerenanya perempuan seharusnya memiliki peran lebih dalam mendidik anak. Karena anak yang baik dan cerdas selalu lahir dari ibu yang baik dan cerdas pula. Di sinilah sebenarnya peran dasar wanita dalam membangun bangsa.

 

sumber gambar: disini

Kemarin lalu lintas Jakarta di sore hari sungguh kacau balau. Hujan yang mengguyur di sore hari menimbulkan kemacetan yang luar biasa sampai tengah malam. Alhasil orang-orang telat sampai rumah. Ketelatan berkisar 3 jam bahkan sampai 10 jam!!!

Beruntungnya saya kemarin pulang agak cepat dan berhasil mendapatkan kereta ekonomi ac sekitar pukul 6.15 di Duren Kalibata. Anehnya kereta yang saya tumpangi relatif kosong tidak seperti biasanya yang berjubel. Sepertinya para penumpang terjebak kemacetan sehingga tertahan dan belum sampai di stasiun.

Nah, saat kereta hendak melaju tentu saja pintu ditutup secara otomatis. Ketika saya masuk ke dalam gerbong  terdengar suara operator melalui pengeras suara yang ada di setiap gerbong.

“Para Penumpang yang terhormat, kereta ekonomi ac tujuan Bogor akan segera berangkat, dimohon kerjasamanya untuk tidak mengganjal pintu, atas perhatiannya, terima kasih”

Pada kondisi biasa, kereta sangat penuh bejubel sehingga menyebabkan pintu otomatis tertahan oleh penuhnya manusia. Sehingga mau tidak mau pintu sering terganjal dan terbuka seperti kereta ekonomi biasa saja.

Nah saya lanjutkan cerita saya. Karena saat itu kereta tidak terlalu penuh maka pintu di gerbong saya tertutup dengan mudah. Namun setelah itu kereta tidak kunjung melaju dan pintu terbuka kembali. Tiba-tiba operator kareta berbicara lagi melalui pengeras suara yang ada di gerbong:

“Para Penumpang dimohon kerjasamanya untuk tidak mengganjal pintu, Penumpang di gerbong paling belakang harap tidak mengganjal pintu, atas perhatinnya terima kasih”

Kemudian pintu berusaha ditutup kembali dan kereta pun melaju.

Sekilas tidak ada yang ganjil dari kejadian itu kecuali keheranan saya kenapa dalam kondisi tidak terlalu penuh masih ada penumpang yang bersikeras mangganjal pintu. Tiba-tiba saya menyadari satu hal.. Hei,,hei,, Bukankah gerbong paling belakang itu adalah gerbong khusus wanita??